Senin, 17 April 2023

Sedih Akan Ditinggal Ramadhan Tahun Ini

Hari ini, hari ke 27 puasa Ramadhan tahun ini, 2023

Sedih rasanya akan meninggalkan Ramadhan tahun ini

Karena aku tidak tahu apa akan sampai usia pada Ramadhan tahun depan

Ramadhan tahun ini masih belum terlalu berkualitas ibadahku

Puasa, tadharus, zakat, infaq, shalat malam, terasa masih standar

Penyesalan selalu diujung waktu

Lalu berjanji lagi, bila disampaikan ke Ramadhan tahun depan

Akan beribadah di atas standar

Karena waktu mengumpulkan amal baik kian sedikit

Usiaku sudah memasuki 53 tahun

Ya Rabb, panjangkan usiaku agar penghambaan diriku padaMu lebih berkualitas

Sungguh, sedih mau meninggalkan RamadhanMu 

 

Kamal, 17 Ramadhan 1444 H (18 April 2023)

#sedihakanditinggalRamadhan

Jumat, 05 November 2021

Permainan Tradisional

 

 

 

 

 


GOBAG SODOR

Permainan Tradisional Gobag Sodor

Merupakan sebuah permainan tradisional yang melibatkan banyak anak. Dibagi ke dalam dua tim, jumlah anak per tim minimal tiga. Satu tim berjaga dan yang lainnya menjadi lawan atau pelaku permainan. Semakin banyak jumlah anak maka akan semakin seru. Permainan ini dimainkan dalam sebuah lapangan yang sudah diberi garis kotak – kotak.

Kelompok yang mendapat giliran untuk bermain harus bisa melewati kotak – kotak yang sudah dibuat, tanpa tersentuh oleh kelompok yang berjaga. Jika tersentuh maka permainan berakhir dan mereka harus berganti posisi. Tim lawan akan berjaga dan sebaliknya. Skor akan dihitung jika seorang anak bisa pergi dan kembali lagi ke home-based atau rumah atau pos pertama.

Permainan ini sangat menyenangkan dan begitu populer. Biasanya zaman dahulu di sore hari anak – anak suka berkumpul di sebuah lahan kosong dan memainkan permainan ini hingga maghrib menjelang. Tak sekedar menyenangkan tetapi gobag sodor melatih kewaspadaan, kecepatan, dan kebersamaan.

        PERMAINAN TRADISIONAL PETAK UMPET 

        


Permainan Tradisional Petak Umpet

Permainan ini minimal dilakukan oleh dua orang dan tidak ada batas maksimal jumlah pemainnya. Satu orang akan bertindak untuk berjaga pos dan nantinya mencari temannya yang bersembunyi. Ia akan menghitung sesuai perjanjian yang ditentukan di awal permainan misalnya sampai 20, 30, dan seterusnya.

Setelah hitungan mencapai angka yang telah ditetapkan, siap atau tidak ia akan mencari teman – temannya yang bersembunyi. Orang pertama yang ia temukan, itulah yang nantinya akan berjaga menggantikan posisinya sebagai pencari dan penjaga pos. Selain bisa dilakukan di kebun, anak – anak biasa memainkan permainan ini di dalam rumah. Tak jarang lemari, kolong tempat tidur, dan kolong meja menjadi tempat persembunyian.

PERMAINAN TRADISIONAL INGKLING ATAU ENGKLEK

        Permainan Tradisional Ingkling atau Engklek

Permainan ini dimainkan dengan cara berjalan satu kaki pada kotak – kotak yang sudah digambar di atas tanah secara bergiliran. Dalam permainan tradisional Jawa ada beberapa macam ingkling atau engklek, diantaranya adalah engklek gunung, engklek kitiran, engklek L, dan lain – lain.

Pemain harus melempar koin atau gacuk pada kotak secara berurutan. Pada kotak yang ditandai dengan lemparan gacuk, pemain tidak boleh menginjaknya. Pemain harus melewati kotak dan pada saat kembali ke garis awal ia harus mengambilnya kembali. Setelah itu dilemparkan kembali pada kotak selanjutnya. Pemain akan kalah dan berganti giliran jika ia melanggar aturan, misalnya menginjak garis.

PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG

        Permainan Tradisional Egrang

Egrang adalah suatu alat permainan yang dibuat dari bambu. Bambu dipotong kemudian pada ketinggian tertentu dipasangi bamboo lagi secara melintang yang berfungsi sebagai tempat pijakan. Dahulu kala meskipun harus membuatnya sendiri, anak – anak rela berjam jam untuk melakukannya. Hal seperti inilah yang bisa melatih kreatifitas, keterampilan, serrta tanggung jawab anak.

Jika egrang sudah jadi, maka mereka akan berkompetisi dengan teman – temannya. Yang bisa berjalan paling cepat di atas egrang maka dia adalah pemenangnya. Di beberapa daerah, sebagai pemenang egrang ia akan mendapat perlakuan istimewa dari teman – teman yang dikalahkan. Hingga sekarang egrang belum benar – benar punah, malahan sering dilombakan dalam peringatan kemerdekaan RI.

PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI

Permainan Tradisional Lompat Tali

Minimal permainan ini dimainkan oleh tiga orang saja. Dua orang berposisi memegang tali dan satu sisanya meloncati tali yang sudah dibuat dari karet yang dikait – kaitkan. Permainan ini bisa dimainkan banyak orang tanpa jumlah maksimal. Tinggi tali di mulai dari selutut, seperut, sedada, setelinga, sekepala, setengah merdeka (menaikkan sejengkal tangan di atas kepala) dan merdeka (setinggi tangan menunjuk ke atas).

Untuk menambah keseruan, biasanya anak – anak menambahkan gaya setelah melakukan lompatan misalnya berpura – pura menjadi patung. Setelah pelompat terakhir melakukan lompatan, maka patung harus berubah menjadi manusia kembali. Jika ada yang bergerak sebelum pelompat terakhir melakukan gilirannya, maka dia mati dan harus bergiliran menjadi pemegang tali.

 

PERMAINAN TRADISIONAL LEMPAR BATU ATAU GATHENG

Permainan Tradisional Lempar Batu atau Gatheng

Gatheng adalah permainan tradisional yang mengandalkan kerikil. Semakin banyak kerikil maka semakin seru. Permainan ini dimainkan dengan membuat perjanjian. Terlebih dahulu pemain akan melakukan suit atau hompimpah jika pemain lebih dari dua, bagi pemenang akan menentukan berapa jumlah batu yang harus diambil.

Misalnya satu, dua, dan biasanya paling banyak lima. Saat mengambil batu, satu batu dilempar ke udara. Sebelum batu tersebut jatuh ke tangan kembali, tangan tersebut harus sudah mengambil sejumlah batu yang ditentukan. Gampang – gampang, susah ya? Butuh kecepatan dan ketepatan.

Pemain akan melakukan giliran jika pemain pertama sudah berhenti karena melakukan kesalahan atau pelanggaran. Misalnya jumlah batu yang diambil salah, saat mengambil batu ia menyenggol batu lain yang tidak diambil dan saat melempar batu ke udara ia tidak bisa menangkapnya kembali.

PERMAINAN TRADISIONAL ULAR NAGA

Permainan Tradisional Ular Naga

Permainan tradisional ini dimainkan dengan jumlah anak yang cukup banyak, setidaknya lebih dari tujuh. Dua anak akan menyatukan tangan di atas kepala seperti membuat terowongan pendek dan sisanya berbaris memanjang sambil bernyanyi hingga lagu selesai, mereka juga harus keluar masuk terowongan dengan berjalan perlahan.

Lagunya kurang lebih seperti ini : “Ular naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar – jalar selalu riang kemari. Umpan yang lezat itulah yang dicari. Ini dianya yang terbelakang” Saat lagu selesai dan berhenti pada salah satu anak maka dia akan diajak menjauh dan memilih harus mengikuti salah satu anak yang membuat terowongan.

Nantinya yang memiliki pengikut terbanyak akan menjadi ayam dan induk sedangkan yang berpengikut sedikit akan menjadi serigala. Tugas serigala adalah menagkap anak induk ayam dan dijadikan pengikutnya. Tugas induk ayam adalah melindungi anak – anaknya dengan merentangkan tangan. Meskipun membuat anak terjatuh, tetapi permainan ini melatih anak untuk bertanggung jawab dan bersosialisasi.

PERMAINAN TRADISIONAL CUBLAK – CUBLAK SUWENG

Permainan Tradisional Cublak – Cublak Suweng

Merupakan sebuah permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Satu pemain harus berjongkok di tanah membentuk meja dan yang lainnya meletakkan tangan mereka di atas punggung pemain yang berjongkok. Lalu mereka bernyanyi bersama sambil memindahkan benda atau kecik yang nantinya harus disembunyikan di salah satu pemain dan anak yang jongkok harus menebak siapa yang menyembunyikan.

Lagunya kurang lebih seperti ini “Cublak – cublak suweng! Suwenge teng gelenter. Mambu ketundung gudel. Pak dempo wela welo. Sopo ngguyu ndhelekake. Sir – sirpong dhele kopong! Sir – sirpong dhele kopong!” Pada bagian “Sir …” itulah kecik mulai disembunyikan. Jika berhasil menebak, maka yang menyembunyikan harus menggantikan posisi anak yang jongkok tersebut.

                                        PERMAINAN TRADISIONAL KOTAK POS

Permainan Tradisional Kotak pos

Sebenarnya permainan ini bukan dimainkan dengan makna sebenarnya. Caranya beberapa anak mengepalkan tangan dan menyatukannya di tengah. Ada salah satu anak akan bertindak sebagai pemimpin dengan menyentuh satu per satu kepalan tangan sambil bernyanyi bersama. Lagunya seperti ini “Kotak Pos belum diisi, mari kita isi dengan film-filman, tak uk uk minta apa?”

Saat lagu sudah berakhir dan sentuhan tangan jatuh di salah satu anak, maka anak tersebut harus menyebutkan tiga nama film. Jika tidak bisa maka ia harus keluar dari permainan dan kalah. Film bisa diganti dengan bunga, buah, sayur, hewan, dan kata umum lainnya.

PERMAINAN TRADISIONAL SEPAK SEKONG

Permainan Tradisional Sepak Sekong

Permainan ini sebenarnya mirip dengan petak umpet, bedanya orang – orang yang bersembunyi bisa muncul sesuka hati untuk merebut pos penjagaan dengan cara menyentuhnya dan berteriak “sekong”. Jika semua orang yang bersembunyi bisa menyentuh pos maka si penjaga akan berjaga lagi.

PERMAINAN TRADISIONAL BENTIK

Permainan Tradisional Bentik

Dimainkan dengan kayu atau patahan ranting pohon, anak – anak sangat suka memainkan permainan ini. Sebelumnya, mereka bahkan berlomba – lomba mendapatkan ukuran terbaik batang pohon dan membuat lubang luncur yang diyakini akan menyukseskan permainan mereka. Biasanya sebelum permainan anak – anak akan melakukan hompimpah untuk menentukan siapa yang pertama akan bermain.

Permainan diawali dengan mendorong tongkat yang dipasang melintang pada lubang luncur, mereka menyebut ini dengan gerakan “mencuthat”, Jika tongkat melambung dan lawan dapat menangkapnya maka ia akan mendapat poin.

PERMAINAN TRADISIONAL BENTENG – BENTENGAN

Permainan Tradisional Benteng – Bentengan

Tak hanya dimainkan di luar sekolah, permainan ini malah pernah dimasukkan dalam kurikulum pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) atau olahraga. Semakin banyak yang ikut bermain, maka permainan akan semakin seru dan ramai. Anak – anak akan dibagi menjadi dua kelompok. Masing – masing akan memiliki tiang sebagai pos dan benteng. Tujuan permainan ini adalah menguasai benteng lawan.

Para pemain akan maju ke wilayah lawan dan berusaha menyentuh lawannya. Jika lawan tersentuh dan diketahui keluar wilayah aman, maka ia akan menjadi tawanan. Jika anggota kelompok sudah banyak yang menjadi tahanan, maka akan mudah bagi kelompok yang memimpin permainan untuk bisa menduduki benteng lawan. Permainan akan berakhir, ketika seorang anak bisa menduduki pos lawan tanpa tersentuh.

Menduduki disini dalam artian hanya sekedar memegang sebagian tiang milik lawan saja. Lucunya, terkadang permainan ini mereka anggap perang sungguhan, sehingga mereka melakukan dengan sungguh – sungguh dan tak jarang berakhir dengan perkelahian, tapi uniknya hari selanjutnya mereka akan memainkan permainan yang sama lagi.

PERMAINAN TRADISIONAL BOI – BOINAN

Permainan Tradisional Boi – Boinan

Boi – boinan adalah permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok. Mereka akan menyusun benda – benda tertentu dalam area permainan, misalnya pecahan genting, batu, ranting, dan lain – lain. Semua ditumpuk menjadi satu. Lalu, satu lagi benda yang tak boleh terlewatkan, yaitu bola kertas. Setelah semua disusun, seorang anak akan menggulirkan bola kertas ke arah tumpukan.

Peraturannya, jika bola kertas mengenai lawan maka dia “mati” harus keluar dari permainan. Tumpukan yang terkena bola kertas pun harus tetap disusun jika berantakan sambil tetap waspada untuk jangan sampai terkena bola kertas. Permainan akan berakhir jika tumpukan sudah habis dan tidak dapat disusun lagi.

 PERMAINAN TRADISIONAL KASTI


Permainan Tradisional Kasti

Kasti adalah permainan yang melibatkan banyak orang. Setidaknya 12 orang. Dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok yang bermain dan yang berjaga. Sepintas permainan ini mirip olahraga soft ball tetapi lebih tradisional. Pada tim penjaga, ada yang bertindak sebagai blender atau pelempar bola, penjaga pemain yang memukul bola, dan sisanya berjaga di tengah lapangan bersiap untuk melempari pemain yang lewat.

Bagi kelompok yang mendapat giliran bermain, tugas mereka adalah memukul bola kasti sejauh mungkin dan berlari melalui pos dan kembali ke rumah atau home based mereka. Meskipun permainan ini sudah terlihat modern, sesungguhnya pada zaman dahulu sebagai pemukul anak – anak menggunakan kayu, dan bolanya memakai apa saja asal bentuknya cenderung bulat. Bahkan dari kertas yang dibulatkan.

PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK ATAU TEKLEK

Permainan Tradisional Bakiak atau Teklek

Bakiak atau sering juga disebut sebagai teklek adalah papan yang dipasangi karet sehingga bentuknya menyerupai sandal tetapi dalam satu alas memanjang. Biasanya permainan ini dilombakan beregu. Satu kelompok terdiri dari tiga sampai lima orang. Mereka akan memakai papan berkaret bersama dan berjalan cepat. Regu mana yang paling cepat mencapai garis finish maka itulah pemenangnya.

Permainan ini terlihat sederhana, tetapi bukan perkara mudah dalam memainkannya. Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan dalam mengangkat dan melangkahkan kaki. Jika salah satu tidak fokus, langkah bisa menjadi semakin berat dan menyebabkan satu regu terjatuh.

PERMAINAN TRADISIONAL AMELIA – AMELIA

Permainan Tradisional Amelia – Amelia

Dimainkan dengan jumlah minimal lima anak. Satu anak akan berperan sebagai orang miskin dan sisanya adalah orang kaya. Si orang kaya akan bergandengan. Mereka akan menyanyikan lagu secara bergantian, tujuannya agar si miskin bisa memperoleh anak dari si kaya. Kurang lebih seperti ini nyanyian mereka:

Miskin: kami orang miskin, Amelia … Amelia …
Kaya: kami orang kaya, Amelia … Amelia …
Miskin: kami minta anak satu, Amelia … Amelia …
Kaya: namanya siapa Amelia … Amelia…
Miskin: namnaya xxxxx, Amelia … Amelia …
Kaya: seperti apa, Amelia … Amelia …
Miskin: seperti xxxxx, Amelia … Amelia…
Kaya: ini xxxxx – nya, Amellia … Amelia …

Maka si kaya akan memberikan satu anak kepada si miskin. Setelah habis, mereka akan berakhir dengan permainan ayam dan serigala. Si kaya menjadi serigala, dan si miskin yang sudah mendapatkan anak akan menjadi induk ayam dan anaknya.

 PERMAINAN TRADISIONAL KUCING DAN TIKUS

Permainan Tradisional Kucing dan Tikus

Permainan ini dilakukan dalam jumlah anak yang banyak. Saat pertama kali permainan di mulai akan ada dua anak yang sudah ditentukan menjadi kucing dan tikus. Sisanya membuat lingkaran dengan bergandengan tangan. Si tikus akan berada di tengah lingkaran lalu si kucng berada di luar. Tugas si kucing adalah menangkap si tikus keluar masuk lingkaran. Jika tertangkap, maka mereka akan berganti giliran.

Nah itulah penjelasan singkat seputar permainan tradisional. Mulai dari permainan tradisional jawa timur, permainan tradisional jawa tengah, permainan tradisional jawa barat, dll.

 

Rabu, 07 Oktober 2020

Saat Lima Puluh Tahun

Aku harus mulai menulis lagi

Karena catatan kehidupan telah banyak terlewat

Rekaman peristiwa dalam memori otak kian bertumpuk

Yang membuat jalannya impuls di otak melambat

Mulai sering merasa sulit mengingat sesuatu

Saat lima puluh tahun,

Mesti mulai sering mengurangi kapasitas otak besar

Dengan cara memindahkan memori otak ke file tertulis

Proses menua harus diperlambat 

Agar diri ini masih bisa berkarya

Tua itu pasti, tapi jangan penuaan dini

Jarang menulis, itu yang mungkin melemahkan daya ingat

Ku ingin, proses menuaku bisa dinikmati setiap detiknya

Karena merasakan cerita kehidupanku demikian indah


Kamal, 7 Oktober 2020

 

Senin, 31 Desember 2018

Datang dan Pergi Pemain Sinetron Tukang Ojek Pengkolan

Sinetron “Tukang Ojek Pengkolan” (TOP) adalah sinetron yang hingga kini masih digemari banyak orang. Para pemeran di sinetron ini lucu-lucu sehingga membuat kita tertawa. Ceritanya sederhana saja yaitu kisah tentang kehidupan para tukang ojek di Pengkolan. Ada tiga tukang Ojek di dalam sinetron TOP ini yaitu Ojak yang diperankan Eza Yayang, ada Purnomo yang sok ganteng, dan ada juga Tisna yang lugu. Sinetron ini diproduksi oleh rumah produksi MNC Pictures dan tayang sejak tanggal 25 April 2015. Setelah lebih dari tiga tahun, sinetron bergenre komedi ini terus berupaya agar pemirsanya tidak jenuh. Salah satu caranya dengan memasukkan pemain-pemain baru. Berikut adalah beberapa artis yang pernah menjadi pemain TOP dan artis masih menjadi tokoh ikon yang terus bertahan di sinetron TOP.
Pemeran sinetron "Tukang Ojek Pengkolan (TOP)"
Eza Yayang sebagai pemeran Ojak

Ojak untuk menghidupi keluarganya menjadi tukang ojek dengan motor bututnya
Fitrie Rachmadhina sebagai pemeran Tati

Tati ini istri Ojak yang . Dia juga usaha bikin kue yang resepnya dikasih oleh emaknya. Tokoh Tati ini ini dibuat meninggal sehingga tidak bisa lagi kita saksikan perannya di TOP.
Ranty Purnamasari sebagai pemeran Emak, ibunya Tati

Emak selalu ngomong "Ooo seperti itu?" .. Emak ini ibu kandung Tati dan mertuanya Ojak. Tokoh Emak ini cukup lama bertahan di TOP, namun setelah menikah dengan Bang Simin (Jaja Miharja) tokoh Emak ini tidak pernah muncul lagi di TOP.

Furry Setya sebagai pemeran Purnomo (Pur)
Purnomo yang tidak mau disebut Purno ini merupakan tukang Ojek yang sok keren. Tiap ada cewek cantik dia selalu berusaha mendekatinya. Si Pur, saat ini lagi berjuang merebut hati Siska (tokoh baru) yang kos di kontrakannya Bang Simin

Andri Sulistiandri sebagai pemeran Sutisna (Tisna)
Tisna yang suka ngomong "Kata Bapak Saya" ini agak lugu. Tokoh Tisna ini adalah suami yang sangat penurut pada istri. Setelah bercerai dengan istrinya, dia menikah lagi dengan Yuli, yang saat ini sedang hamil.

Jawir sebagai pemeran Jono
Awalnya Jono di TOP berperan sebagai penjual dawet yang suka update status. Saat ini Jono berprofesi sebagai pengemudi ojek online Gober.

Kamis, 13 Desember 2018

Sehat Itu Murah

Saya percaya sakit itu banyak berasal dari pikiran yang sakit. Jika pikiran dan jiwa kita sehat, badan kita akan sehat. Logika " di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat" menurut saya terbalik. Jiwa dan pikiran yang sehat akan membuat raga menjadi sehat.

Saya tidak akan membuat data pembanding melalui hasil kajian ilmiah sebagai referensi, namun saya akan menggunakan referensi badan sendiri. Mudah-mudahan kajian ini relevan untuk digunakan pada tubuh orang lain.

Saya beri judul tulisan ini, sehat itu murah. Kelihatannya "anti mainstream" judul tulisan ini, karena dalam mindset orang kebanyakan berlaku konsep "sehat itu mahal". Sehat itu menjadi mahal ketika seseorang sudah mengalami sakit. Biaya berobat mahal. " Kan ada BPJS, kenapa harus mahal?" Banyak orang tidak sabar dengan pelayanan kesehatan melalui BPJS karena sering harus antri, dan kualitas obat yang diberikan dianggap masyarakat sebagai obat kelas dua. Kondisi seperti itu yang akhirnya menyebabkan banyak orang memilih menjadi pasien umum, karena tidak perlu antri dan mendapat kualitas obat bermerk. Sebagai pasien umum, otomatis biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih mahal dari pada memanfaatkan pelayanan BPJS.

Sebenarnya, bila kita mau sedikit bersabar sedikit antri di tempat pengobatan umum, maka kita bisa menghemat biaya yang lumayan banyak. Kualias pelayanan medis yang diberikan oleh pelaksana kesehatan BPJS jangan dipersepsikan berkualitas rendah. Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang didukung BPJS juga ditangani oleh dokter-dokter berpengalaman. Obat generik yang sering diberikan kepada peserta BPJS, secara kualitas sama saja dengan obat paten. Berhubung kebanyakan "orang mampu" sering tidak sabar dengan pelayanan rumah sakit atau puskesmas yang harus antri mengular, akhirnya lebih memilih ditempat dokter praktek pribadi. Dan itulah yang menyebabkan "sehat itu mahal".

Menurut saya, agar "sehat itu murah", maka upaya preventif harus dilakukan agar kita tidak sakit. Mencegah supaya tidak sakit, barangkali sudah banyak dibahas orang. Kajian standar supaya badan tetap sehat sangat biasa dikaji. Beberapa upaya yang umum harus dilakukan agar tubuh kita tidak sakit antara lain: makan makanan yang bergizi, berolahraga yang cukup, istirahat yang cukup, dan pola hidup sehat. Mudah dan murah, namun banyak orang sulit merealisasikan.

Ada beberapa hal lain yang menurut saya sering luput dari kajian, mencapai hidup sehat dengan cara murah. Ketika kita yakin bahwa tubuh yang sehat itu bisa dibangun dari jiwa yang sehat, maka upaya pelengkap yang juga harus dilakukan agar tubuh kita sehat adalah membangun jiwa yang sehat dari jiwa spiritul, personal, dan sosial. Seseorang yang mampu membangun spirit keagamaan yang diyakininya maka akan memunculkan ketenangan jiwa. Bagi seorang muslim, ritual ibadah wajib dan sunnah bila dilakukan secara istiqomah (konsisten), maka ketenangan jiwanya akan terpelihara. Ibadah sholah, puasa sunnah, sholat malam, shadaqah, silaturahmi, adalah sebagian dari ibadah yang dijalankan oleh seorang muslim yang memiliki kekuatan membangun ketenangan jiwa. Ketika ketenangan jiwa telah diraih akan berdampak pada ketenangan irama denyut jantung, tekanan darah, relaksasi badan. Dan itu menyehatkan.

Jiwa dalam kondisi tertekan akan meyebabkan keseimbangan tubuh akan terganggu. Keseimbangan tubuh bisa juga dibangun dari kesadaran personal. Seseorang yang bijak memperlakukan tubuhnya, serta tidak "mendholimi" tubuhnya, orang itu akan mencapai keseimbangan personal. Sering tubuh lelah karena harus beraktivitas melebihi kemampuan tubuhnya. Tubuh kita perlu istirahat. Memaksa tubuh beraktivitas melebihi kemampuannya adalah pangkal munculnya beberapa penyakit, seperi liver.

Ada sebuah  hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, "Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi". Dengan bahasa lain, silaturahmi bisa memanjangkan umur dan meluaskan rizki. Makna dipanjangkan umurnya, bisa pahami juga dengan akan disehatkan tubuhnya sehingga umurnya akan menjadi panjang. Silaturahmi yang paling murah adalah bersilaturahmi dengan tetangga kanan dan kiri. Di zaman sekarang, apalagi yang tinggal di daerah perkotaan, silaturahmi dengan tetangga kanan dan kiri sering sulit untuk dilakukan karena alasan kesibukan.

Dari tulisan singkat ini mudah-mudahan muncul kesadaran, bahwa untuk memiliki tubuh yang sehat itu tidak perlu harus berbiaya mahal. Jika usaha untuk menjadi sehat sudah dilakukan tetapi tetap masih terserang penyakit, itu berarti takdir yang harus diterima. Mungkin dengan sakit kita akan menjadi lebih taat menjalankan perintahNya, atau sakit menjadi ujian kesabaran kita. Wallahu a'lam bishawab

Kamal, 7 Oktober 2018

Rabu, 24 Oktober 2018

Tim Indonesia U 19 menang 1-0 atas Emirat Arab

Tim U 19 asuhan Indra Syafri berhasil memenangkan pertandingan melawan tim Emirat melalui pertandingan yang melelahkan. Gol tunggal yang dicetak Witan Sulaiman di babak pertama mampu dipertahankan hingga pertandingan usai.

Bermain dengan hanya 10 orang dibabak kedua, tim Indonesia terus diserbu tim Emirat Arab, sambil sesekali melakukan serangan balik. 

Dengan kemenangan ini Indonesia memastikan diri lolos ke babak perempat final. Selamat untuk seluruh tim garuda muda beserta tim pelatih. 

Selasa, 23 Oktober 2018

Jadwal Tes CPNS 2018 diumumkan Tanggal 25 Oktober

Setelah mengetahui bahwa dirinya lolos seleksi administrasi, peserta tes CPNS tinggal menunggu jawal tes CPNS. Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan, menyampaikan bahwa jadwal tes bisa dilihat disitus instansi mulai tanggal 25 Oktober.

Setelah calon peserta tes CPNS lolos administrasi selanjutnya mereka akan mengikuti Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang meliputi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensia umum (TIU), dan tes wawasan kebangsaan (TWK). 

Sementara ketiga tes tersebut mempunyai passing grade atau nilai ambang batas SKD berbeda untuk masing-masing formasi. Nilai ambang SKD untuk formasi umum adalah 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK. Sementara untuk formasi cumlaude akumulatif nilai ambang batas SKDnya 298. Sementara untuk formasi disabilitas dan formasi eks tenaga honorer kategori II, akumulatif nilai ambang batas SKD-nya sama, yaitu 260.


Rabu, 10 Oktober 2018

Premium Naik, Lalu Dibatalkan, Ada Apa?

Pemerintah sore tadi mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium, setelah siang hari mengumumkan kenaikan harga pertamax dan solar non subsidi. Selang sejam, ada pengumuman susulan bahwa kenaikan harga premium dibatalkan hingga menunggu kesiapan Pertamina.

Menyaksikan kejadian kita jadi bingung, ada apa dengan pemerintah kita? Ada apa pak jokowi? Rasanya aneh, keputusan strategis dan penting harus direvisi selang satu jam hanya karena alasan menunggu kesiapan Pertamina. Pasti banyak yang beranggapan bahwa pemerintah sedang "bersenda gurau", atau menuduh pemerintah melakukan pencitraan untuk kepentingan pilpres.

Kebijakan kenaikan BBM pasti dihasilkan dari kajian yang panjang, dan tidak mungkin keputusan itu dihasilkan dari hasil pembicaran sektoral tanpa koordinasi dengan semua elemen terkait. Masyarakat yang menyaksikan jadi gaduh. Kegaduhan yang sengaja diciptakan? Entahlah, hanya pemerintah yang tahu. 

Para konsumen premium tentu merasa senang dengan pembatalan kenaikan itu. Tapi sampai kapan pemerintah mampu menahan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut? Harga minyak mentah dunia yang terus naik akan membuat keuangan negara akan tersedot karena sebagian komsumsi BBM kita diperoleh dari impor. Menurut pengamat ekonomi, harga keekonomian premium berada dikisaran Rp.8.500 sampai Rp.9.000. Sedangkan pemerintah masih menggunakan harga premium sebesar  Rp.6.550.

Jika dalam seminggu ke depan, atau hingga akhir tahun pemerintah tidak jadi menaikkan harga premium, padahal harga mentah dunia terus naik, maka tuduhan pencitraan akan semakin terarah pada pemerintah. Kita tunggu saja, apakah pemerintah bertindak realistis atau sekedar pencintraan untuk kepentingan pilpres 2019.

Senin, 08 Oktober 2018

Rupiah Melemah Sampai Kapan?

Sore ini rupiah ditutup melemah, Rp. 15.217 per dollar AS. Depreasiasi rupiah sejak 1 Januari 2018 hingga 8 Oktober 2018 menjadi 12,26 persen. Kondisi yang cukup menggelisahkan. Namun, Menkeu Sri Mulyani berusaha mendinginkan suasana. Lagi-lagi dikatakan penyebabnya faktor eksternal, yakni akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS (T-bond) tenor 10 tahun yang telah melewati 3 persen.


Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berusaha meyakinkan masyarakat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, dan aman. Padahal pada satu sisi, cadangan devisa kita terus tergerus karena digunakan untuk mengintervensi pasar agar rupiah tidak melemah kian dalam dan untuk keperluan impor BBM.

Pertanyaannya, hingga kapan rupiah akan terus melemah terhadap dollar? Jika pelemahan rupiah terus terjadi maka efek domino yang ditimbulkan akan dirasakan masyarakat, karena produk yang beredar di masyarakat banyak yang memiliki konten impor. Misalnya, tempe akan menjadi mahal karena sebagian besar konsumsi kedelai masyarakat berasal dari impor. 

Kita juga sangat khawatir efek sosial politik terhadap pelemahan rupiah atas dollar. Di tahun politik ini, semua hal yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat akan memiliki resiko "digoreng" sebagai komoditi politik untuk mengambil keuntungan elektabilitas.

Memori tahun 1998, yang diawali pelemahan rupiah terhadap dollar, lalu ekonomi negara ambruk. Akibatnya muncul gerakan demonstrasi yang dimotori mahasiswa. Ujungnya, presiden Soeharto menyatakan berhenti.

Mudah-mudahan peristiwa buruk itu tidak terjadi lagi, dan ekonomi negeri ini kembali menguat bersama siapa pun presidennya. Aamiin 

Minggu, 07 Oktober 2018

Tak seperti dulu

Bila kau tanya mengapa aku tidak seperti dulu
Jawabnya  sederhana, karena waktu dua puluh satu tahun telah berlalu
Kalau aku masih seperti yang dulu, berarti waktu berjalan stagnan
Waktu telah memutihkan sebagian rambutku
Waktu telah mengerutkan garis-garis mukaku

Jangan kau tanya lagi, mengapa aku tak seperti yang dulu
Itu karena waktu
Tapi cintaku padamu, tak berubah karena waktu


Kamal, 7 Oktober 2018
20.46

Kamis, 13 September 2018

Pengenalan Lapangan Persekolahan UTM di SMPN 1 Kamal

Lama sekali tidak nulis. Kalimat pendek itu yang saat ini mewakili gundahnya proses kreatifku. Berminggu-minggu, bahkan berbilang tahun ruh menulisku entah hilang kemana? Aku menjadi seperti mesin, yang hanya berkerja saat tombol saklar dipijit. Proses kreatif betul-betul hilang. Malam ini aku ingin menulis lagi.

Hari ini aku mendadak jadi termehek-mehek, ketika mengikuti pelepasan mahasiswa PLP II, yang praktik mengajar di sekolah tempatku mengajar. Kebersamaan karena interaksi membuat mereka, mahasiswa bimbinganku sudah seperti anakku sendiri. Mereka hampir sepantaran anak sulungku yang juga kuliah di UTM. Jika akhirnya saat perpisahan itu tiba, sering membuat "kornea mata" tersapu basah oleh rasa haru.

Interaksi dua bulan bersama mereka terasa seperti sudah sangat lama. Mudah-mudahan berbagi pengalaman mengajar bersama kalian, dapat menjadi tambahan rujukan saat mengajar yang sebenarnya. Kalian akan menjadi guru-guru hebat. Maafkan bila tak banyak ilmu yang kalian dapat.

Sukses buat "anak-anak" bimbinganku Linayanti, Feby Permata Sari, Nor Fitriyah. Ketika kalian menjadi guru yang sebenarnya, dunia persekolahan sangat berwarna. Menjadi guru bukan hanya harus mengajar tapi juga bisa mendidik. Teruslah menjadi agen perubahan, dan penerus tugas nabi membentuk karakter umat melalui anak-anak didik kalian masing-masing. Jangan lelah mengajarkan kebaikan, dan membantu orang lain.

Kamal, 14 September 2018

Senin, 23 Juli 2018

SAMPAI KAPAN IPM INDONESIA TERPURUK?

Indeks Pembangunan Manusia  (IPM)/ Human Development Index (HDI)  Indonesia tiap tahun berfluktuasi, tapi pergeserannya berkutat di level rendah (ratusan). Sungguh ironi ditengah klaim keberhasilan pembangunan oleh Pemerintahan SBY.  Berdasarkan laporan terbaru, April 2012 (Media. Juni 2012), Indonesia menempati urutan ke 117 dari 177 negara yang disurvei. Peringkat Indonesia selalu kalah dari Malaysia, Thailand, Filipina, apalagi Brunai dan Singapura, kita jauh ketinggalan.
Indikator IPM meliputi tiga aspek pengukuran yaitu,  pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Variabelnya  adalah rata-rata usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan per kapita. Ketiga variabel dasar dalam menentukan IPM berkorelasi dengan indikator keberhasilan pembangunan secara makro. Sebuah daerah (propinsi) atau negara secara keseluruhan mustahil mengklaim pembangunannya berhasil bila IPM-nya rendah. Jika klaim keberhasilan pemerintah selama ini tidak paralel dengan meningkatnya nilai IPM yang disurvei oleh United Nations Development Programme (UNDP), maka klaim tersebut dianggap oleh publik sebagai pepesan kosong, sekedar pencitraan belaka.
Mestinya pemerintah harus lebih keras bekerja agar IPM kita kian meningkat yang menjadi indikasi peningkatan kesejahteraan penduduk negeri ini, dan tidak mengklaim bahwa pemerintah telah berhasil membawa penduduknya kian sejahtera sementara faktanya tingkat kesejahteraan penduduk kian menukik tajam, angka kemiskinan kian meningkat, angka harapan hidup kian rendah, rata-rata lama sekolah sekolah tambah turun, dan pendapatan perkapita semakin rendah.
Disparitas antar propinsi khususnya propinsi-propinsi yang berada di Papua dengan propinsi lain kian tajam. Misalnya, angka  tidak/belum pernah bersekolah di Papua ada 38,38 persen, dan di Papua Barat ada 10,96 persen (sensus penduduk 2010, BPS). Sebagai wilayah yang kaya akan sumber alam, mestinya fakta memilukan di Papua itu tidak boleh terjadi. Gejolak keamanan di wilayah Papua akhir-akhir ini juga turut menghambat peningkatan kualitas pembangunan manusia diwilayah tersebut, dan bisa jadi akibat disparitas hasil pembangunan menjadikan beberapa kelompok masyarakat di Papua ingin melepaskan diri dari Indonesia, karena dianggap pemerintah telah gagal mensejahterakan rakyat Papua, sementara sumber alam Papua sangat berlimpah, sungguh ironi.
Di sektor pendidikan, berdasarkan IPM Indonesia tahun 2011 memberikan kontribusi angka 0,584, artinya rata-rata lama sekolah 5,8 tahun diukur dari penduduk berusia 25 tahun ke atas. Jadi rata-rata penduduk Indonesia yang berusia 25 tahun ke atas di negeri ini pada tahun 2011 hanya berpendidikan SD kelas enam. Lagi-lagi ini adalah fakta yang menyedihkan.
Upaya pemerintah saat ini memang baru akan terhitung dalam IPM beberapa tahun yang akan datang. Untuk meningkatkan angka rata-rata lama sekolah pemerintah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun, hingga sekolah menengah atas.  Upaya rintisan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan hingga tingkat SMA dengan memberikan dana BOS di tingkat SMA perlu diapresiasi, meski jumlahnya masih sangat kecil yaitu sebesar Rp.125.000,- per siswa/tahun.
Upaya baik oleh pemerintah untuk memperluas akses belajar, yang berimplikasi untuk meningkatkan rata-rata lama belajar sering tidak seiring dengan kebijakan di tingkat unit pelaksana teknis, yakni sekolah. Sekolah, oleh publik, masih dianggap sebagai penghambat upaya perluasan akses wajib belajar. Sekolah dinilai banyak orang telah terjebak pada komersialisasi, dan menjadi tidak terjangkau oleh kelompok masyarakat tidak mampu. Ketika sekolah membebaskan uang SPP, dengan kompensasi dana BOS, biaya-biaya lain sebagai biaya personal tak mampu dibayar oleh orang tua siswa. Biaya seragam, buku, les, transport, ekstrakurikuler, uang gedung, dan biaya-biaya lain yang tidak terjangkau wali murid.
Jika indikasi keberhasilan sektor pendidikan hanya didasarkan pada IPM, dimana variabel penentunya untuk bidang pendidikan hanya rata-rata lama sekolah maka akan menjebak kita pada orientasi kuantitatif. Mestinya upaya peningkatan rata-rata lama sekolah juga dibarengi dengan upaya peningkatan pendidikan secara kualitatif. Berdasarkan survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam.
Persoalan peningkatan kualitas pendidikan adalah pekerjaan paling berat yang harus dibereskan oleh setiap pemerintah yang berkuasa. Orientasi pendidikan kita yang masih “orientasi kuantitas” harus mulai memberlakukan “orientasi kualitas”. Pemberdayaan sekolah secara konsisten harus dilakukan oleh pemerintah. Intervensi pemerintah yang terlalu dalam terhadap proses pembelajaran harus segera dikurangi. Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu contoh intervensi pemerintah pada sistem evaluasi di sekolah harus ditinjau ulang. Manipulasi hasil UN di lapangan dinilai oleh banyak pengamat pendidikan sebagai biang kerok penurunan kualitas pendidikan kita.
Upaya meningkatkan IPM dari sektor kesehatan mesti diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Variabel sektor kesehatan dalam IPM adalah rata-rata usia harapan hidup, yang pada tahun 2011 69,4 tahun, masih tertinggal dari negara tetangga kita Malaysia, 74,2 tahun. Program pelayanan kesehatan terhadap keluarga miskin lewat Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal) pada tahun 2012 ini pemerintah menganggarkan  Rp 7,4 triliun diharapkan menjadi pintu untuk meningkatkan angka rata-rata harapan hidup penduduk Indonesia. Jangan lagi muncul slogan lucu tapi menyakitkan yaitu “orang miskin dilarang sakit”. Slogan itu muncul atas keprihatinan masyarakat akan mahalnya biaya pelayanan kesehatan di negeri ini.
Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, sangat berkait erat dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Pendapatan perkapita penduduk adalah indikator sektor ekonomi dalam IPM. Namun, ketika pendapatan perkapita dihitung dalam angka rata-rata sedangkan pemerataan ekonomi tidak merata di semua wilayah negeri ini, maka angka pendapatan perkapita masyarakat akan menjadi angka semu.
Jika pemerintah beritikat meningkatkan pendapatan perkapita penduduk, maka orientasinya adalah pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, menengah(UMKM), dan koperasi. Karena pelaku sektor tersebut angkanya relatif besar, berdasarkan publikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia berjumlah 51,3 juta unit usaha, sebuah angka yang cukup besar. Dan, sektor UMKM dan koperasi, selain jumlahnya besar juga daya tahannya terhadap krisis lebih kuat, sehingga pemberdayaan sektor ini lebih aman dan akan berimplikasi langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat di lapisan menengah ke bawah.
Jika kita hanya mengandalkan pemerintah, dan masyarakat hanya berpangku tangan tanpa turut serta berperan secara gigih maka upaya berat untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia (IPM) akan gagal total, Kita harus bersama-sama membangun negeri ini. Kita pasti akan bisa sejajar atau bahkan mengungguli negara lain. Semoga. (Wahyudi Oetomo)

Belajar Calistung Seraya Bermain


Saat kurikulum pendidikan sebuah lembaga pendidikan terlalu didikte oleh keinginan orang tua, sementara tuntatan dan keinginan orang tua bertentangan dengan konsep kurikulum baku yang terstandarisasi, maka lembaga pendidikan yang demikian tersebut telah menggadaikan  esensi pendidikan yang benar dengan “pemuasan” ambisi sebagian orang tua. Praktik penerapan materi membaca, menulis  dan berhitung (calistung) di Taman Kanak-kanak (TK) secara terstruktur dalam kurikulum pendidikannya adalah contoh bentuk pemaksaan lembaga pendidikan mengakomodasi ambisi orang tua meskipun lembaga pendidikan itu tahu bahwa penerapan Calistung di TK secara terstruktur tidak diperbolehkan.
            Mengacu pada surat edaran Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor 1839/C.C2/TU/2009 perihal penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Dasar, “ pengenalan membaca, menulis dan berhitung (calistung) dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Oleh karena itu pendidikan di TK tidak diperkenankan mengajarkan materi calistung secara langsung sebagai pembelajaran sendiri-sendiri (fragmented) kepada anak-anak. Konteks pembelajaran calistung di TK hendaknya dilakukan dalam kerangka pengembangan seluruh aspek tumbuh kembang anak, dilakukan melalui pendekatan bermain, dan disesuaikan dengan tugas perkembangan anak. Menciptakan lingkungan yang kaya dengan “keaksaraan“ akan lebih mamacu kesiapan anak untuk memulai kegiatan calistung.”
            Fakta empirik di lapangan, banyak sekolah TK menerapkan materi calistung melampui bingkai yang dibenarkan dalam mengenalkan calistung. Standar pengajaran calistung di TK yang hanya pengenalan banyak terdefiasi menjadi pembelajaran terstruktur. Tidak dapat dipungkiri banyak orang tua ketika menyekolahkan anaknya ke TK memiliki harapan anaknya segera bisa calistung, sebuah niat yang tidak sejalan dengan standard kurikulum yang baku. Anehnya, penyelenggara TK pun mengamini keinginan orang tua itu dan mengabaikan standard kurikulum yang seharusnya diterapkan dalam kurikulum TK.
            Mengajarkan calistung di TK, tidak salah, selama berada pada koridor pengenalan melalui pendekatan bermain dan disesuaikan dengan perkembangan anak. Membiarkan  anak fase praoperasional (2-6 tahun), belajar menggunakan bahasa dan menggambarkan objek dengan imajinasi dan kata-kata melalui aktivitas bermain adalah pembelajaran yang sesuai dengan fase perkembangan kognitif anak TK.
            Memaksakan anak TK untuk belajar calistung secara terstruktur kita bisa analogikan dengan memaksa mangga yang dipetik sebelum matang kemudian kita karbit, pasti rasa mangga yang matang karena karbit dengan yang matang secara alami di pohon akan berbeda. Minimnya edukasi kepada orang tua tentang konsep pendidikan TK yang benar membuat kondisi salah kaprah ini akan terus terjadi. Sekolah TK “terpaksa” mengikuti selera orang tua karena mempertimbangkan nasib pengajar dan eksistensi lembaganya. Ketika sebuah  TK tidak memenuhi selera orang tua, maka TK tersebut akan ditinggalkan dan lama kelamaan TK tersebut akan tutup karena tidak memiliki murid.
            Keinginan orang tua terhadap kemampuan calistung anaknya di TK sering merupakan implikasi dari sebuah sistem kebijakan di sekolah dasar (SD). Meski dilarang, ada beberapa sekolah SD favorit menerapkan pola seleksi masuk dengan menitikberatkan kemampuan calistung pada calon peserta didiknya. Kebijakan ini jelas bertentangan dengan surat edaran Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang melarang adanya tes masuk bagi calon peserta didik di SD.
            Sebuah fakta yang memperjelas bahwa terjadinya penyimpangan pembelajaran calistung di TK tidak bisa berdiri sendiri namun adalah implikasi sistem pendidikan di atasnya (SD) adalah kasus dikeluarkannya delapan murid SD yang terletak di Kecamatan Cibalang Garut baru-baru ini karena tidak bisa membaca. Terus,  tugasnya guru SD itu apa?
            Mendikbud saat melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 di depan sekitar 350 rektor, pejabat Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru se-Jawa Tengah, memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk melarang sekolah dasar melakukan tes calistung atau membaca, menulis, dan berhitung saat masuk SD. Menurut Mendikbud, idealnya seorang siswa yang masuk SD baru bisa membaca, menulis, dan berhitung, bukan diajarkan saat taman kanak-kanak.  Mendikbud mengatakan taman kanak-kanak seharusnya diisi siswa untuk bersosialisasi, bukan untuk belajar calistung. "Taman kanak-kanak itu bukan sekolah. Sebab, yang namanya sekolah adalah dimulai dari SD, dan seterusnya," katanya. Oleh karena itu, kata M. Nuh (Mendikbud), untuk mengurangi beban siswa dalam melakukan belajar, sebaiknya di TK tidak diajarkan calistung, dan calistung diajarkan saat kelas 1 SD. "Dalam Kurikulum 2013 beban siswa dalam belajar justru akan menjadi ringan," katanya.
            Saat instruksi Menteri Pendidikan tidak lagi menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan di lapangan, maka praksis pendidikan di negeri ini akan kacau. Dengan dalih mengikuti perkembangan zaman, acuan penyelenggaraan pendidikan menjadi diacuhkan. Sekali lagi, di TK hanya diperbolehkan pengenalan calistung, karena perkembangan kognitifnya hanya mampu sebatas itu, bukan pembelajaran calistung terstruktur. Bila dijumpai peserta didik yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, bisa karena memiliki kecerdasan lebih atau karena pengenalan lebih dini pembelajaran calistung oleh orang tua di rumah, dan jumlahnya mungkin  tidak banyak, tetap perlu ada perlakuan khusus. Anak-anak berkemampuan lebih tersebut memerlukan bimbingan terpisah agar pengenalan calistung bagi siswa yang lain tetap berjalan efektif.
            Kontradiksi pendapat tentang pengenalan calistung di TK mestinya tidak perlu diperdebatkan lagi. Kita semua (Kemdikbud, TK dan orang tua) harus memegang teguh konsep pelaksanaan pendidikan di TK yang  menganut prinsip: ”Bermain sambil Belajar dan Belajar seraya Bermain”. Memaksakan anak belajar di luar kemampuan kognitifnya sama artinya memaksa mematangkan buah yang belum waktunya. Biarlah anak tumbuh secara alami sesuai tahapan fase perkembangan kognitifnya ! (Wahyudi Oetomo)